Cowok Manis Desa Mungkid

Oleh : Mei Farida

Setiap lebaran banyak orang yang mudik ke daerah mereka masing-masing. Demikian juga tetangga depan warung ibuku. Suatu hari tetanggaku meminta aku untuk ikut mudik ke kampung halamannya , desa Mungkid Blabak. Mbak Tin, Besuk lebaran tak ajak ke rumahku,ya !. Kalau ibuku memperbolehkan aku mau Bulik,. Jawabku. Nanti, aku ngomong sama ibumu,kata bulik Har,tetanggaku itu. Bulik Har, menemui ibuku di warung, dan minta ijin mengajak aku ke kampung halamannya. Bulik Mar, mbak Tin mau saya ajak ke Mungkid, boleh nggak?. Ya, tidak apa- apa kalau Titin mau, jawab ibuku. 

Sehari sebelum lebaran aku bersama keluarga Bulik Harni berangkat kekampung, naik bis kota menuju terminal bis…Suasana terminal sangatlah ramai , banyak penumpamg yang turun naik bis menuju ke daerahnya masing –masing. Kami naik bis jurusan Magelang. Sampai diterminal Blabak , kami turun. Kemudin naik angkot lagi menuju ke desa Mungkid.

Selama perjalanan menuju ke desa Mungkid, terlihat dikanan kiri,pemndangan yang menakjubkan bagiku. Dikiri kanan memandang membentang sawah hijau yang menyejukan hati, gemericik air yang begitu jernihnya, dan sejuknya udara , meski disiang hari. Aku tak henti – henti memandang pemandangan yang ada disebelah kanan kiriku.

Sore hari, kami tiba didesa Mungkid. Aku tambah kagum lagi tatkala melihat kampung halaman bulik Har. Meski jauh dari kota , rumah-rumah di kampunhg bulik Har tertata rapi,halamannya bersih. Dan dikelilingi kebun bambu yang rimbun. Suara burung berkacau disana sisi disretai suara gemericik air sungai yang tempatnya tidak jauh dari rumah bulik Har.

Sampai dirumah aku diperkenalkan dengan seluruh keluarga.Dan malamnya aku tidur dikamar paling depan . Aku terbangun dari tidur ketika mendengar suara sret…sret..sret. Aku penasaran mendengar suara itu. Kubuka pintu jendela, dan ternyata suara sret..sret…sret itu. berasal dari suara sapu. Kulihat ibu – ibu yang sedang menyapu. Aku turun dari tempat tidurku dan menuju ke ruang dapur, kudapati bulik Har sedang menghidupkan kompor. Aku berbicara pada bulik Har,: “ Bulik , ibu –ibu sini bangunnya pagi banget ,ya.” Begitulah,” jawab Bulik Har.” Kalau disini ,pagi – pagi, ibu – ibu membersihkan rumah, sambil menunggu suaminya pualng dari pasar,” lanjut Bulik Har. “Kok suaminya ke pasar, bukan istrinya,? Tanyaku . ‘Bapak – bapak kepasar menjual tempe,dan kemudian belanja untuk keperluan rumah tangga.’ Jawab bulik Har.”Oooo, begitu bulik, ya sudah aku mau mandi dulu.” Aku langsung berjalan menuju kekamar mandi.

Setelah mandi, dan berhias , aku duduk –duduk diteras depan. Aku merasa ada seseorang yang menatapku. Aku tengok rumah sebelah kanan tidak ada orang, aku tengok rumah sebelah kiri, tertegunlah aku. Di rumah itu berdiri seorang cowok . Dengan tubuh yang tinggi semampai.kulit kuning, rambut agak gondronhg. Manis sekali. 

Aku dan si Cowok manis itu saling bertatapan. Dan kemudian merekahlah senyum di bibir kami . Kami tidak saling tegur sapa, hanya saling memandang. Karena malu , aku langsung masuk ke dalam rumah.

Sore hari. Bulik Har mengajak aku mandi di sungai yang dekat perkampungan bulik. Sampai disungai, aku melepas baju yang kupakai,dan menggenakan jarik untuk menutupi tubuhku. Aku berjalan menuju ketengah sungai. Dan ketika aku menengok ke arah depan kulihat cowok itu  , mandi disunga juga, kami saling bertatap lagi..dan lagi..lagi kami hanya bisa saling tersenyum. Aku kembali ke tepian sungai karena aku  malu hanya menggenakan jarik menutupi tubuhku.Setelah mandi, aku dan bulik pulang kerumah, diperjalanan menuju rumah aku berpapasan dengan cowok manis itu . Lagi..lagi , kami hanya bisa saling tersenyum.

Malam hari, bulik Har mengajakku halal –bihalal kerumah tetangga . Aku diperkenalkan dengan keluarga tetangga sebelah. Dan setelah selesai aku pindah ketetangga sebelahnya. Terakhir,aku diajak bulik halal bihalal, di rumah cowok manis itu. Antara perasaan malu dan senang aku masuk kerumah cowok manis itu. Aku diperkenalkan dengan seluruh keluarga cowok manis itu. Dari perkenalan itu, aku tahu nama cowok itu, Andika.

 Pagi harinya, aku dan Andika bertemu dan saling bercakap-cakap. “Ndika, kamu sekolah dimana,?” tanyaku. Sambil tersenyum Ndika menjawab,:” Aku sekolah di.STM .Blabak “Jawabnya. “Jauh dong dari sini.”timpalku. “Cukup jauh,aku kalau berangkat diantar orang tuaku, kalau pulang naik angkot.” Jelas Andika.Lha , kamu sendiri, sekolah dimana,?” tanya Andika.” Aku sekolah SMA “ jawabku.Kami berdua asyik bercakap- cakap,tak terasa hari sudah siang.Aku mendengar bulik Har untuk pulang.

Sudah dua hari aku tinggal di rumah bulik Har, dan sudah waktunya kami pulang ke Semarang lagi.Sebelum pulang aku pamitan dengan seluruh keluarga cowok manis itu, yang ternyata masih kerabat bulik Har. Dan cowok manis itu berjanji kalu liburan nanti dia mau bertandang kerumahku. Aku pulang ke Semarang diiringi senyum manis, Andika.

Kirim karyamu ke cerpensiana@gmail.com

                                       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s