Di Ujung Rasa

oleh  Sulistyowati 

SMPN 1 Pujon, Malang, Jatim

    “Love To Strengthen Each Other In The Struggle To Reach Grace  & Ridho Alloh SWT

Rasanya, perasan sayang itu tumbuh begitu saja. Seiring berjalannya waktu, semakin mengenal sosok itu Bintang semakin tertarik. Tak dipungkiri semakin mengagumi, semakin menginginkan dan begitulah perasaan jatuh semakin dalam, semakin rela berkorban, semakin rela memberi, semakin takut kehilangan, semakin takut kalau dia tidak ada, dan lainnya. Itulah kenapa orang tua bilang witing tresno jalaran soko kulina, orang mencintai karena terbiasa. Iya, terbiasa melihat, terbiasa berinteraksi, maka perasaan itu kian bersemi terus semakin mempesona.  Begitulah rona-rona yang berkecamuk dalam rasa dan jiwa Bintang terhadap luncuran pesona kepada Dian. Ternyata itu juga sedang bergalayut pada seluruh jiwa Dian. Tidak terukur secara jelas siapa yang mengawali rona-rona pesona pada dua insan yang sedang merajut impian berlayar pada samudera kasih sayang. Tak dipungkiri keduanya menyatu dalam rangakian langkah serta tujuan untuk saling memiliki, menjaga, merawat serta saling support dalam kegiatan kehidupan sehari-hari. 

Siang itu Bintang menerima WA dari Dian yang tertulis, “Ojo kesusu to sayang, kita punya do’a yang dahsyat sayang”. Srepp.. dada Bintang panas seakan jantung berhenti, terkejut, takut bahkan kebencian mulai muncul terhadap Dian. Mengapa??. Keduanya satu grup WA untuk kegiatan dalam tugas mensosialisasikan kebijakan Pemerintah. Entah kapan mulanya mereka sering chat pribadi tentang agama dan idealisme mengkritisi kebijakan negara dan juga hal lain yang bersifat umum. Bintang beranggapan bahwa Dian baik dan menghormati persabatan itu. Tak berselang lama kebencian itu terjungkir menjadi kerinduan yang terus menganggu. Dian sosok yang agamis, santun, penuh perhatian dan sabar, dia juga menjadi pengurus dari berbagai organisasi dan aktif dalam kebugaran jasmani. Sosok agamis ini yang membuat Bintang mengagumi Dian, karena sejak awal Bintang bertekad mencari pasangan yang bisa menjadi imam dan membimbing dalam agama. Kesabaran dan perhatian Dian telah membuat Bintang makin sulit menghapus bayangan Dian dalam dirinya. Seperti bersinergi Bintang adalah sosok yang mandiri, cerdas, manja dan keras tapi agak sensi dan cengeng serta romantis habis. 

Goresan, chat serta perhatian Bintang meluruhkan rasa Dian berujung mengagumi dan makin menyayangi Bintang. “Sayangku sekarang sedang apa?”, sapaan yang selalu Dian katakan pada Bintang. Kata sayang inilah dalam setiap chat Dian tak pernah lupa, hal ini juga yang makin melambungkan Bintang pada istana sayang dalam pesona keindahan. Semakin tersulut rasa kagum, rindu seta ingin memiliki sepenuhnya. Seiring perputaran jarum waktu yang tak menentu arahnya masing-masing terlena dalam pusaran ikatan jiwa yang membawa pada angan keindahan. Keduanya sudah memiliki tanggung jawab dalam perjalanan kehidupan, namun semua bisa dilalui dengan nyaman dan aman. 

“Mas aku ingin menjadi milikmu sepenuhnya”, permintaan Bintang pada Dian. “Pasti sayang aku juga”, jawab Dian. “Terus kapan Mas Dian mewujudkan?” Bintang bertanya penuh harap. “Secepatnya sayang” jawaban Dian singkat namun menggetarkan rasa bahagia Bintang. 

    Awal Nopember, mereka mewujudkan impiannya menyatukan ikatan kasih sayangnya dalam bingkai kisi-kisi tanggung jawab masing-masing mengingat kondisi keduanya. Semalaman Bintang tak mampu memejamkan matanya, ingatannya terisi oleh sosok Dian yang sangat dikaguminya. Berdiri di depan cermin untuk mempercantik penampilannya, satu harapan agar Dian terkagum memandangnya dan makin sulit melupakannya. 

“Dik sayang aku berangkat”, kling pesan Dian pagi itu yang membuat Bintang berdegup keras jantungnya. Yuups…

Pokoknya segala rasa teraduk jadi satu dalam diri Bintang. 

“Iya Mas, hati-hati di jalan semoga Alloh SWT Merahmati”, balas bintang dengan penuh Do’a terhadap belahan jiwanya. Disaksikan cerahnya sang mentari mereka saling meluruhkan segala rasa yang sedang dibuai asmara serta kerinduan yang sangat lama terpendam. Hanya ada kebahagiaan yang menemani saat itu. Hemmm….. sangat sulit bahagianya diungkapkan dengan kata, hanya rona dan bahasa jiwa yang terpancar. 

“Cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka jadilah pelangi. Goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi semua nyata” demikian kata Anis Matta dalam buku Bahagianya Merayakan Cinta. Itulah cinta, rangkaian lima huruf ini kadang penuh misteri, cukup rumit menerjemahkannya akan tetapi cinta adalah nyata sehingga bisa dirasakan. Semua manusia bisa merasakan getaran cinta itu, dengan kadar yang berbeda-beda dan bentuk yang beragam. “Jangan main-main dengan cinta!” nasihat seorang bijak. Wow…karena cinta, kita bisa meraih Ridha Allah dan gara-gara cinta pula kita bisa menuai murka Allah SWT. Kita semuanya tentu pernah mencintai, menyayangi atau menyukai seseorang atau barang tertentu. Bila kita pernah melakukan ketiga-tiganya, kita pasti merasakan bahwa ternyata ketiganya berbeda. Suka, cenderung kepada keinginan seseorang untuk segera memiliki, di dalamnya ada ego. Sehingga orang yang menyukai sesuatu biasanya menunjukkan sifat egoismenya, dalam arti ingin menyenangkan dirinya saja, tanpa menyenangkan orang yang disukainya. Sehingga perasaan hati terdalamnya tidak sampai menyatu kepada orang yang disukainya. Sayang, adalah boleh dikatakan kadarnya berada di atas suka. Jika kita sayang pada seseorang atau sesuatu, maka kita sedikit mengorbankan diri kita demi menyenangkan orang yang disayangi. Ia tidak egois, tapi luapan perasaannya dituangkan untuk menyenangkan orang yang disayangi. Orang yang sayang akan hadir saat orang yang disayangi menginginkannya. 

Hal itulah yang sedang singgah pada kedua jiwa yang terus memupuk rasa sayangnya yaitu Bintang dan Dian. Mereka sepakat terus menyayangi dalam dasar dan bingkai agama dan terus menggapai Keridhaan Alloh SWT. Keduanya saling support agar dapat berkarya dalam bidangnya dan terus semangat mengabdi di jalan Alloh SWT. Namanya manusia selalu muncul sifat positif dan negatif. Hubungan Bintang dan Dian tidak selalu berjalan datar, kadang terjal kadang menukik hanya dipicu hal sepele. Mengingat Bintang romantis juga senang menulis, sedangkan Dian sukanya praktis. Ini sering memicu konflik serta pertengkaran, berusaha membenarkan dan membela dirinya. 

“Oalah Dik sayang gitu saja kok marah”, ini jawaban Dian ketika kemarahan Bintang memuncak. “Kan dirimu yang tidak pernah memahami?”, jawaban ketus Mawar. Hal ini sering terjadi bahkan sampai berhari-hari mereka tidak saling sapa. Di dasar jiwa yang terdalam tetap terukir rasa sayang dan saling memiliki. Walau pertengkaran sering terjadi, ternyata sebagai bumbu dalam cawan kasih sayang perjalanan menggapai Mahligai keindahan. 

         Tahun berganti menandai perjalanan Bintang dan Dian dalam merangkai bait-bait puisi kasih sayang. Masih tetap diwarnai perjalanan menukik dan terjal. Penyebanya????.   Bintang mulai muncul egonya terhadap Dian, disisi lain Dian kadang kurang peka terhadap keinginan Bintang. Juga sebenarnya Dian ada sifat tidak mau dikalahkan walau nampaknya halus. 

“Dik sayang aku pamit turing ya”, pamit Dian setiap kali mau sport bicycle. “Iya mas semoga lancar tetep jaga diri dan hati-hati ya”, balas Bintang mesra tuk terus menyemangati sang belahan jiwa. Dian merupakan ketua perkumpulan sport bicycle & rutin mengadakan turing  bersama rekannya ke berbagai wilayah. Ketika di luar Dian sering lupa tidak menyapa Bintang, sedangkan Bintang selalu menunggu warta dari Dian. Biasalah perempuan ingin selalu diperhatikan, begitu juga Bintang sangat manja dan ingin selalu diperhatikan. Bintang berharap Dian selalu menulis kalimat panjang romantis, eh ternyata si Dian sebaliknya selalu menulis dan menjawab chat pendek, singkat dan padat. Inilah yang sering menyulut percekcokan diantara mereka. 

    Untungnya Bintang sudah mulai beradaptasi dengan kondisi Dian. Sekarang Bintang fokus pada kesehatan Dian, maklum walaupun Dian tertib olah raga Dian memiliki banyak masalah kesehatan. Kalau Dian mulai sakit, Bintang amat sangat gelisah, segala usaha & do’a terus diupayakan tuk kesembuhan sang belahan jiwa. Terus juga menulis pesan positif & sayang untuk menyemangati Dian. Bahkan Bintang sering menulis puisi untuk Dian.  

                         Menyayangi 

Kumenyayangi dalam diam dengan segala rasa

Karena diamku tersimpan kekuatan harapan

Dan sayangku hingga saat ini masih terjaga

Semoga Allah membuat harapan ini menjadi nyata

Ku ingin sayangku dapat berkata

Dikehidupan yang nyata

Biar semua ini tetap terpatri dalam jiwa 

Aku yakin Allah akan menyatukan kita

Dengan berjalannya waktu

Dan memberi rasa yang lebih indah untuk kita

Yang menjadi jalan takdir kita

Biar rasa sayang terus bersemi 

Menjadi memori tersendiri

Dan relung hatiku menjadi tempat terindah

Segala perasaan sayangku padamu

    Puisi ini mewakili segala perasaan Bintang. Aku hanya dapat berkata melalui tinta, dapat berbicara melalui irama, dan dapat bercerita melalui karya. Satu satunya yang membuatku seperti orang bisu yaitu perasaanku ini. Aku terobsesi memilikinya, karena itu akan membuatnya selalu bahagia. Sayang dalam diam yang memang tepat untukku. Semoga kamu selalu memahami akan perasaanku, bahwa aku sangat menyayangi dirimu seiring mekarnya rindu. 

Semua tidak masalah untukku, karena berada didekatnya sudah lebih dari cukup, melihat tawanya, mendengar suaranya, dan merasakan kehadirannya sudah membuatku bahagia. Aku menyayangi dalam diam, karena aku tak mau merusak semua ini. Puisi jiwa yang menggambarkan rasa, asa dan harapan Bintang pada Dian. Dalam setiap desah napas Bintang selalu berharap serta berdo’a kepada Sang Pemilik kasih sayang, agar Mas Dian selalu sehat, semangat dan dimudahkan dalam berjuang manggapai Rahmad & Ridho Alloh SWT, Aamiin YRA. Terpenting tiada henti terus menyayangi & memahami Bintang secara tulus serta Mendo’akan di setiap waktu. Terima kasih Bintang kepada Dian tiada henti yang telah membersamai dengan sayang, perhatian, harapan serta Do’a. 

(Wassalam, semoga cerita ini menginspirasi tuk terus menguatkan jiwa, dalam menghadapi segala perbedaan serta kondisi yang tidak sesuai dengan harapan kita) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s