Yang Terlupa  

   Oleh : Ai Setiawati M.Pd             

            Masa pandemi Covid-19 telah begitu banyak merubah semua hal dalam kegiatan manusia.  Semua harus mengikuti protokol kesehatan. Selalu di ingatkan untuk 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak). Semenjak pandemi saya sebagai guru diharuskan melakukan semua kegiatan dengan sistem  WFH (work from home) dan  semua siswaku untuk melakukan kegiatan belajar secara online yang lebih akrab kita kenal kegiatan BDR (Belajar Dari Rumah), PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Awalnya sangat sulit karena belum terbiasa, banyak kendala. Sebagai seorang guru saya dituntut untuk kreatif dan terus berinovasi. Pembelajaran saya melalui WA dan clasroom. Dengan begitu semua siswa harus selalu online.

            Jadwal pembelajaran online saya  , hari Senin jam 09.30 – 11.30 wib. Materi sudah disiapkan dari kemarin bahkan saya semalaman membuat materi dalam bentuk tampilan yang lebih menarik. Materi di buat semenarik mungkin agar siswa tidak bosan. Tak lupa saya buat peraturan dan tata tertib dalam kegiatan pembelajaran online. Semua saya terapkan aturan yang jelas agar siswa tetap disiplin dalam mengikuti semua kegiatan ini. WAG (WhatApp Grup) saya pergunakan untuk alat komunikasi dengan siswa. Saya meminta bantuan KM ( Ketua Murid) agar bisa memantau semua teman-temannya. Saya mengajar di 7 kelas yang berbeda tingkatannya. Kelas 8 memegang 2 kelas. Kelas 9 memegang 5 kelas. Saya menyiapkan materi untuk hari ini semuanya di clasroom. Dan sudah saya atur kalau mulai pembelajaran tepat jam 09.30 wib. Hari senin merupakan jadwal saya melakukan piket disekolah, karena ada beberapa siswa yang terkendala dengan HP maka sekolah kami memperbolehkan siswa masuk sekolah itupun dengan jumlah dibatasi dan tetap memakai protokol kesehatan. Saya sudah ada janji dengan siswa yang akan masuk sekolah. Saya bersiap dari rumah.

            Perjalanan dari rumah hanya memakan waktu 30 menit dengan memakai kendaraan umum. Saya pun pergi ke sekolah. Ternyata di luar dugaan, di jalan ada kecelakaan lalu-lintas, Ada mobil truk besar yang melintang di tengah jalan yang menghalangi jalan. Isi muatannya berupa batu terhambur semua di jalan. Ya ,,,Allah ,,bagaimana ini?. Jam sudah menujukan 09.30 wib. Waduh bagaimana ini?. Saya masih di jalan dan belum ada tanda-tanda kalau ini arus lalu-lintas akan normal kembali. Sampai kapan ini ?.kacau pikiran saya dibuatnya. Dan tiba-tiba handphone saya berdering, ternyata telepon dari siswa saya.

 “ Asallamuallaikum, ibu, ini kenapa WA ibu tidak  aktif, dan belum mulai belajarnya?” . Ini aku telepon ibu pakai telepon biasa”, Begitu sahut Devina di seberang sana.

“Waallikumsalam,,,kenapa neng?” tanyaku

“WA ibu tidak aktif, ini saya telepon memakai telepon biasa yang tanpa kuota ,Bu” Jawab Devita

“ Astagfirulloh,,,ya nanti di hubungi lagi, tunggu aja dulu, Ibu masih di perjalanan ada kecelakaan” jawabku 

“Ya, hati-hati bu, nanti saya kasih tahu teman-teman semuanya”Jawab Devita

Saya pun menutup telepon, pikiran saya semakin kalut. Mobil angkutan umum yang ditumpangi tidak bergerak sedikitpun. Ternyata kecelakaan baru terjadi dan mobil yang mengalami kecelakaan adalah mobil yang tadi menyiap mobil angkot saya. Berarti kita hanya terhalang empat mobil. Saya pasrah, ada beberapa siswa yang mengirim SMS menanyakan perihal kegiatan BDR, saya jawab saja biar mereka tenang. 

Kring,,, handpone saya berbunyi lagi kali ini dari Bu Teni

“Asallamuallaikum,,,ibu masih dimana? Ini ada anak yang mau luring” sahut Bu Teni

“Waallaikum salam, saya masih dijalan, ada kecelakaan, saya pasti kesekolah , suruh anak-anak nunggu ya” jawabku

“Ya,,,siap, hati-hati ya”Sahut bu teni

Ketika hati kalut dan hanya bisa berdoa, tiba-tiba dibelakang mobil angkot saya ada teman. Akhirnya saya pindah dan berangkat ikut naik motor Pak Budi. 

“Hai,,,Bu sini ikut bareng saya” Ajak pak Budi

“Oh,,,ya,,,saya menjawab sambil agak binggung”

Kami pun melanjutkan perjalanan. Astagfirulloh,,,ternyata mobilnya menabrak beberapa motor yang ada didepannya dan menambrak mobil juga sebuah warung di pinggir jalan. Kamipun melewati jalan yang masih ditutupi oleh batu dan itu adalah muatan mobil truk yang tumpah. Ada beberapa korban yang masih tergeletak dijalan dan bersimbah darah. Ngeri sekali lihatnya. 

Sampailah kami ke sekolah, saya langsung muka laptop dan tidak lupa dinyalakan wifi nya. Alhamdulillah siswa yang mau belajar luring masih setia menunggu. 

Maaf,,,saya lupa menyalakan paket data selama di perjalanan. Dikarenakan terbiasa memakai wifi di rumah. Kenapa saya lupa tidak mengaktifkan data di handphone. Maafkan gurumu ini.

Purwakarta ,Maret 2021

Satu pemikiran pada “Yang Terlupa  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s