Seri Menulis Cerpen (1) : Menggali Ide Menulis dari Pengalaman Hidup

Oleh Endang Kasupardi

Pengalaman hidup kemudian direkayasa dan diceritakan dengan  singkat  disebut cerita pendek. Sederhanya, tidak lebih dari itu.  

Namun demikian, walaupun cerita pendek dari pengalaman hidup panjang, bentangan permasalahn itu kadang tidak bisa dimunculkan dan harus dicari yang kemudian menjadi ide cerita. 

Ide cerita yang berdasarkan pada pengalaman hidup, terbagi menjadi tiga wilayah pengalaman hidupnya yakni, pengalaman masa lalu, pengalaman masa kini dan pengalaman masa yang akan datang. 

Pertama, proses pengambilan ide cerita dari masa lalu, agar pengisahan berjalan alami, sebuah cerita yang disusunnya harus dimulai dengan mengingat dan menuangkan idenya melalui pengalaman yang dijalani dan menggunakan kata-kata yang memiliki hubungan dengan masa lalunya. 

Proses pengalaman masa lalu, artinya mengembangkan proses berpikir untuk mengingat berbagai kejadian di masa lalu dengan menceritakan hal-hal yang menarik dan membawa lawan bicara atau pembacanya kepada masa lalu si pencerita atau si pengisahnya. Dapat dikatakan ia sedang merekonstruksi pengalaman hidupnya. 

Kedua,  pengalaman hidup yang sedang terjadi pada saat ini, merupakan suatu kejadian yang sedang dialami, dibangun dan sedang dilaksanakan. Siswa sedang  mengkontruksi pengalamannya melalui tulisan dari pengalaman hidupnya yang sedang dijalani. Proses berpikir pun terjadi sebagai akibat dari penggunaan kata sebagai pencerminan suatu kegiatan yang sedang berlangsung atau sebaliknya. Pemikiran menimbulkan rangkaian kata-kata melalui pengisahan kejadian yang sedang berlangsung. Dengan kata lain pembelajaran lingkungan mencakup pada pengalaman hidup saat ini.

Ketiga, pengalaman hidup tidak terbatas pada kejadian masa lalu dan masa kini saja, tetapi terjadi juga pada masa yang akan datang. Seseorang sesuai dasar dan cara berpikirnya, sering pula memikirkan masa depannya, mengangan-angankan, dan memungkinkan untuk dilaksanakan di kemudian hari. Boleh jadi hal tersebut sebagai sebuah cita-cita, keinginan dan rencana yang dimiliki oleh seseorang yang kemudian menjadi dasar pijakan hidupnya di masa depan. 

Pengalaman hidup tersebut dalam proses pembelajaran menulis, memiliki dasar berpijak dari pengalaman hidupnya dalan memulai menyusun sebuah tulisan. Karenanya pembelajaran lingkungan merupakan pelembagaan pengalaman yang memiliki kecenderungan pada saat kapan berbagai kejadian berlangsung dan menarik untuk terus diceritakan bagi individu yang mengalaminya.     

Selama ini, pengalaman menarik yang dimiliki oleh seoarang individu, sejak ia kecil sampai pada saat individu bersangkutan menjalani proses pembelajaran, menjadi suatu rentang waktu yang terlewatkan untuk dijadikan sumber dan bahan pembelajaran menulis. Pengalaman hidupnya seolah tidak dapat membangkitkan imajinasi untuk berkreasi dan menumpahkan pengalamannya kedalam media tulisan. Maka sehebat apapun pengalaman hidupnya, hanya menjadi bahan kenang-kenangan untuk diceritakan pada istri, anak-anak dan cucu-cucunya dikemudian hari. Pengalaman hidup, hanya sebagai sebuah perjalanan yang harus dilalui oleh seorang individu, bukan sebagai bahan yang menarik dan memiliki perberbedaan antara individu dengan individu lainnya. Akhirnya individu pembelajar menulis, akan merasakan kondisi dengan ide dan pemikiran yang kosong, kering dan tidak memiliki bahan tulisan. Kondisi semacam ini, akan menghambat kemampuan individu dalam menuangkan pemikirannya kedalam sebuah bentuk tulisan, sehingga individu tidak akan pernah mengalami kemajuan dalam belajar menulis serta pemerolehan hasil tulisan yang berkualitas.  Hal ini disebabkan karena individu pada saat-saat tertentu akan selalu merasa kosong dan tidak memiliki pengalaman yang manarik. Padahal ketidakmenarikannya pengalaman individu tersebut bukan tidak mungkin karena pengalaman itu sudah terlewati atau sudah dapat diselesaikan dengan baik oleh individu dan belum tentu tidak menarik bagi orang lain.

Atas dasar hal tersebut, seorang individu yang sedang belajar menulis, memerlukan suatu pemikiran dengan merancangbangun kembali berbagai pengalamannya itu dengan berusaha mengingat-ingat pengalamannya kemudian  disusun sesuai dengan kejadian dan waktu yang berlangsung ketika itu. Tidak hanya sampai disitu, karena pengalaman individu tersebut ternyata tidak berhenti pada saat individu dapat menyelesaikan permasalahan, karena perjalanan hidup terus berjalan dan berkembang sampai saat ini dan masa yang akan datang.

Pada pase-pase perjalanan hidup seorang individu, tentu memiliki perubahan dan daya tarik yang berbeda diantara pengalaman serta waktu kejadian suatu peristiwa. Pengalaman sekarang adakalanya berbeda dengan masa lalu, dan berbagai kemungkinannya dimasa yang akan datang. Kejadian tersebut, tentu saja memerlukan waktu dalam berproses, berpikir kreatif, dan kesungguhan serta mengaitkannya dengan berbagai hal yang memiliki hubungan dari permasalahan yang ada. 

Catatan Admin:

Tulisan serial menulis cerpen disarikan atas izin penulis dari makalah Dr. Endang Kasupardi yang berjudul “Ini Hanya Tips Menulis Cerpen Gaya Selingkung” disajikan pada kegiatan Bincang Penulis Socius Writers Club edisi Maret 2021, Rabu 24 Maret 2021 pukul 13.00-15.30.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s