Seri Menulis Cerpen (3): Objek, Sudut Pandang, dan Pendekatan Cerpen

Oleh Endang Kasupardi

Objek Cerpen


Objek adalah hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok pembicaraan. Benda, nomina yang melengkapi verba transitif dalam klausa.

Objek masalah Cerpen adalah hal yang sederhana, alami, sering ditemukan oleh penulis dan pembaca itu sendiri. Kesederhanaan objek yang kita pandang, diungkapkan dengan apa adanya namun memiliki proyeksi rekaan

Sudut Pandang Cerpen

Sudut adalah penjuru, pojok, segi (arah pandang, pokok, atau berdasarkan pandangan yang tentu). Pandang artinya penglihatan yang tetap dan agak lama. Sedangkan sudut pandang adalah cakupan sudut bidik lensa terhadap gambar, cakupan sudut bidik cara pandang seseorang seseuai pengetahuannya.

Sudut pandang antar individu selalu memiliki perbedaan, karena cara berpikir, bersikap, dan melakukan sesuatu yang berbeda dimiliki oleh individu yang bersangkutan.

Jika dikaitkan dengan penyusunan Cerpen, maka Sudut pandang Cerpen sebut saja cara kita memandang objek (yang kemudian akan disusun menjadi Cerpen), melalui pengalaman, pengetahuan, dan tingkat keilmuan yang berbeda-beda.
Ketika kita melihat objek artinya kita berhadapan dengan objek tersebut. Atau minimal ada sentuhan pertemuan objek dengan penglihatan kita. Jika objek diumpamakan orang, maka ketika kita berhadapan, artinya bertemu dan saling pandang muka, boleh ditatap dari atas sampai bawah, atau sekedarnya saja menyentuhkan tatapan pada objek bersangkutan.

Dengan berpandangan seperti itu, kita dapat melihat jelas, sebut saja, berparas cantik dan berperawakan seksi. Bidiklah itu. Dan kemudian susunlah menjadi Cerpen.

Dari sudut pandang lain terhadap objek, jika kita melihat dari depan, ditafsirkan kurang cantik, maka beralihlah pada sudut sebelah samping, kiri atau kanan. Jika salah satu sudut itu dipandang bagus, bidiklah salah satu sudut itu. Jika, sudut samping dirasakan kurang pas, beralihlah pada bagian belakang, pas. bidiklah itu.

Namun jika bagian belakang pun masih terasa kurang, maka carilah bagian anggota badan yang dirasakan pas. bidiklah itu.
Sudut pandang adalah cara kita memandang objek yang kita rasakan tepat dan pas sehingga karya mengalir dan dapat mencerminkan pemikiran kita terhadap objek.

Sudut pandang Cerpen, awalilah dari objek nyata, bukan dari objek khayalan, sehingga sudut pandang kita benar-benar menyeluruh dan dapat memilah dari sudut mana kita memandang objek Cerpen yang sebenarnya kita inginkan dan kemudian direkayasa.

Pendekatan Cerita Pendek
1. Manusia dan cinta kasih (kasih sayang, kemesraan, pemujaan, belas kasih)

2. Manusia dan keindahan (keindahan, renungan, keserasian, kehalusan);

3. Manusia dan penderitaan (penderitaan, siksaan, rasa sakit, neraka, bunuh diri);
Manusia dan pandangan hidup (cita-cita, kebajikan, sikap hidup)

4. Manusia dan keadilan; mengenal dan melaksanakan tindakan-tindakan yang didasarkan keadilan serta mampu memerangi tindakan yang tidak didasarkan atas nilai-nilai keadilan.

5. Manusia dan tanggung jawab (tanggung jawab, pengabdian, kesadaran, pengorbanan).

6. Manusia dan kegelisahan (kegelisahan, keterasingan, kesepian, ketidakpastian)

7. Manusia dan harapan (harapan, kepercayaan).

Catatan admin

Tulisan serial menulis cerpen disarikan atas izin penulis dari makalah Dr. Endang Kasupardi yang berjudul “Ini Hanya Tips Menulis Cerpen Gaya Selingkung” disajikan pada kegiatan Bincang Penulis Socius Writers Club edisi Maret 2021, Rabu 24 Maret 2021 pukul 13.00-15.30.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s