Seri Menulis Cerpen 4: Memasukan Jiwa dalam Cerpen

Oleh Endang Kasupardi

Masuk artinya; datang (Pergi) beranjak ke dalam ruangan, kamar, lingkungan dan sebagainya; Memasukkan; membawa; menyuruh; membiarkan; menyampaikan; menempatkan; menaruh. Sedangkan Jiwa artinya roh manusia, seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi dari perasaan, pikiran, angan-angan) sesuatu atau orang yang utama dan menjadi sumber tenaga dan semangat; isi (maksud) yang sebenarnya; buah hati; kekasih; daya hidu orang atau makhluk hidup lainnya; orang dalam perhitungan penduduk; 

Maka Memasukan Jiwa Dalam Cerpen artinya; Menempatkan isi, maksud perasaan, pikiran, angan-angan penulis pada Cerpen.

Semua tulisan, tidak sekedar bagus kata-kata yang digunakan dan dirangkaikan dengan padu padan yang tepat, tapi dapatkah jiwa dalam tulisan itu masuk pada rangkaian kata dalam sebuah kalimat? Katakanlah, semua orang bisa menyusun kalimat dengan baik dan benar. Tapi apakah semua orang bisa memasukan ruh tulisan pada kalimat?Makin banyak pertanyaan, makin sulit untuk menjawabnya. 

Begini saja. Ruh dalam tulisan (Cerpen) adalah isi. Adalah gagasan. Adalah rasa. Adalah pemikiran, maksud, tujuan, keinginan, harapan, cita-cita, dlsb. 

Nah, kita pilih saja isi tersebut untuk kita masukan pada tulisan kita. Kemudian, kita lihat pikirkan pula, isi seperti ini, pada wadah yang tepat. Masukan isi itu.

Umpamanya, kita punya bunga. Bunga plastik yang dibuat sangat indah. Bunga itu dimasukan pada pot biasa akan terlihat kurang keindahannya. Tapi jika rangakaian bunga itu sederhana dimasukan pada pas bunga yang tepat akan terlihat keindahannya dalam bingkai kesederhanaan. Apalagi bunga yang bagus pada pas bunga yang bagus dan tepat. Lengkaplah sudah.

Sekarang, ruh/isi yang kita punya, carilah umpama yang tepat disekitar kita. Di sekeliling kita. Pada alam yang selalu menyiratkan sesuatu. Masukan ruh itu. Beres. Tindakan selanjutnya tata/dekor saja. Agar terlihat bagus. Cantik. 

Misalnya, 

Saya sedang marah, sangat kesal pada bobroknya politik. Kata kuncinya ada dua yakni marah dan politik. Marah sebagai isi kita harus cari umpama. Politik sebagai isi kita harus cari umpama. Umpama itu kemudian akan menjadi wadah ruh/isi dalam tulisan kita

Catatan admin

Tulisan serial menulis cerpen disarikan atas izin penulis dari makalah Dr. Endang Kasupardi yang berjudul “Ini Hanya Tips Menulis Cerpen Gaya Selingkung” disajikan pada kegiatan Bincang Penulis Socius Writers Club edisi Maret 2021, Rabu 24 Maret 2021 pukul 13.00-15.30.

Satu pemikiran pada “Seri Menulis Cerpen 4: Memasukan Jiwa dalam Cerpen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s