Afdal Tariqa

oleh Falatisha Zuhayra Rihadatul A’isy

(Siswa SMP Darul Hikam Bandung)

Semua mata tertuju pada podium di gedung yang megah ini. Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa-siswi SMP Al Hikmah. Karena hari ini adalah hari kelulusan sekaligus pelepasan siswa-siswi kelas IX SMP tersebut. Seluruh kursi di dalam gedung telah diisi penuh oleh siswa, orang tua, dan para tamu undangan. Setiap tahun sekolah ini selalu mengadakan acara tersebut. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci

Al quran dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah, guru, perwakilan orang tua dan wakil dari siswa. Setelah beberapa acara maka selanjutnya acara yang sangat ditunggu tunggu, yaitu acara kelulusan dan pengumuman peraih nilai UN tertinggi. Semua orang menanti-nanti siapa yang akan menjadi siswa peraih nilai tertinggi tahun ini. Satu persatu nama siswa peraih nilai tertinggi disebutkan oleh MC, sudah 9 orang yang dipanggil maju ke depan podium.

“Dan siswa dengan nilai ujian nasional tertinggi tahun ini adalah Ayesha Qatrunnada dari kelas 9-8. Kepada Ayesha dimohon untuk maju ke depan podium.”Ucap MC.

Semua orang di dalam gedung tersebut bertepuk tangan riuh di saat siswa dengan nilai tertinggi sudah diumumkan.

Di salah satu kursi, seseorang yang namanya dipanggil oleh MC terkejut akan apa yang baru saja ia dengar. Dia tidak percaya bahwa dia adalah siswa peraih nilai ujian nasional tertinggi tahun ini. Saat itu juga dia tidak kuasa untuk menahan air matanya.

“Silahkan kepada ananda Ayesha untuk maju ke depan.”MC kembali memanggil namanya.

Ayesha masih saja tidak percaya dengan semua ini.

”Ayesha silahkan maju ke depan.”MC memanggil namanya lagi.

Akhirnya Ayesha maju ke depan dengan air mata yang terus menerus mengalir di pipinya dia masih tidak menyangka bahwa dia yang akan mendapatkan nilai tertinggi.

Di barisan kursi orangtua ada seorang ibu yang menangis sangat bahagia, dia adalah Indri ibu dari Ayesha. Bu Indri sangat senang akhirnya Ayesha mendapatkan apa yang selama ini dia impikan yaitu mendapat nilai tertinggi saat ujian nasional. Bu Indri kembali teringat bagaimana perjuangan Ayesha selama ini.Kembali terbayang di wajah Bu Indri pada saat Ayesha bekerja keras saat kelas 6 untuk mendapatkan nilai terbaik saat ujian nasional. Saat itu setelah naik ke kelas 6 Ayesha sudah berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa mendapatkan nilai tertinggi supaya dia bisa masuk ke smp negeri favorit pilihannya.

Ayesha terus belajar dengan tekun dan giat walaupun terkadang dia sangat capek tetapi karena ada impian yang harus dia raih jadi dia terus menerus belajar. Pada saat sekolah pertama kali mengadakan try out Ayesha mendapatkan nilai yang sangat memuaskan dia masuk kedalam 10 besar di SD Pelita. Begitu pula saat try out selanjutnya dia selalu berada di peringkat atas. Beberapa kali Ayesha juga mengikuti TO di berbagai

tempat dan dia selalu mendapatkan nilai yang memuaskan. Ayesha sangat optimis untuk bisa mendapatkan nilai maksimal saat ujian nasional nanti.

Pada saat hari ujian nasional tiba yang berlangsung selama 3 hari Ayesha sangat yakin bahwa dia bisa mengerjakan seluruh soal ujian nasional dan dia akan mendapatkan hasil yang maksimal. Ayesha sangat optimis dia bisa mendapatkan peringkat tertinggi di SD Pelita tersebut. Setelah selesai UN Ayesha sangat senang bahwa tugasnya di SD ini telah selesai, dia tinggal menunggu pengumuman kelulusan.

Satu hari sebelum acara perpisahan dan pengumuman kelulusan, saat itu bu Indri yang ikut juga sebagai panitia acara kelulusan dipanggil oleh pa Iwan yang merupakan wali kelas Ayesha.

” Ibu Ayesha, maaf ada hal yang ingin saya sampaikan kepada ibu, ini terkait dengan ananda Ayesha. Tadinya saya tidak akan memberi tahu ibu sekarang tetapi ini untuk kebaikan Ayesha bu.”Ucap pak Iwan.

”Maksudnya gimana ya pak? Ada masalah apa sama Ayesha?”Tanya bu indri.

”Begini bu, saya kaget kenapa hasil nilai UN Ayesha tidak seperti biasanya, tadi saya liat bahwa Ayesha tidak masuk kedalam 10 besar peraih nilai tertinggi bu, Ayesha tersusul oleh teman-temannya yang sebelumnya tidak pernah masuk 10 besar saat try out.” Ucap pa Iwan.

Bu indri sangat kaget mendengar kabar itu, dia bingung kenapa nilai Ayesha tidak maksimal.

“Nilai ayesha 28.04 bu tapi masih ada beberapa siswa yg lebih besar dari itu.” Pak Iwan kembali menjelaskan kepada Bu Indri.

Setelah menyelesaikan persiapan acara kelulusan. Bu Indri segera pulang dengan motor yang dibawa nya melaju kencang diatas jalan aspal yang berdebu. Dia ingin segera sampai ke rumah untuk bertemu dengan Ayesha dan menyampaikan berita tersebut.

Sesampainya di rumah Bu Indri bergegas menuju kamar Ayesha. Bu indri masuk ke kamar Ayesha.

”Sudah shalat ashar nak?” ”Belum bu bentar lagi ya.”

”Ayo bareng shalat nya sama ibu di masjid.” ”Iya ibu aku mau wudhu dulu ya.”

“Iyaa ibu juga mau wudhu nanti shalat nya berjamaah ya.” Selesai Ayesha dan bu Indri shalat berjamaah.

”Cha, maaf ya ada yg ingin ibu sampaikan ke kamu ini untuk kebaikan kamu dan kamu lebih baik tau sekarang daripada nanti.”

”Ada apa sih bu? Kok aku jadi deg-degan.”Ucap Ayesha sambil merapihkan mukena

“Gini nak, ibu tadi ketemu dengan pak Iwan dan menyampaikan sesuatu tentang nilai kamu.”

“Maksudnya nilai ujian nasional bu?. “Iya nak”

“Kenapa dengan nilai aku bu? Pak iwan bilang apa?.” Tanya Ayesha penasaran.

“Begini tidak semua yang kita harapkan harus selalu terjadi dan tidak harus sesuai dengan kenyataan kan, begitu juga saat ini, nilai kamu tidak sesuai dengan harapan kamu bahkan kamu gak masuk sepuluh besar Cha.”

“Apa bu? Perasaan aku ngerjain soal dengan baik bu.”Ucap Ayesha secara terbata- bata air mata sudah keluar dari ujung mata nya.

”Iya makanya ibu tahu kamu sudah berusaha maksimal, tapi tadi pak Iwan bilang nya begitu, ibu juga tidak tau pasti nilai kamu berapa tapi yang jelas kata pak iwan kamu gak

masuk 10 besar karena ada beberapa orang yang diatas kamu.”Ucap bu Indri.Ayesha langsung menangis di pangkuan ibu nya dia sangat sedih kenapa dia gak dapet nilai yang tinggi. Sekarang mimpi nya tidak terwujud. Ayesha menangis.

“Silahkan nangislah sepuasnya. Ibu sengaja sampaikan saat ini pada kamu karena ibu rasa itu akan lebih baik daripada kamu mengetahui nya nanti.”Ucap bu Indri.

Ayesha terus saja menangis di pangkuan bu Indri.Dengan penuh kasih sayang bu indri mengusap kepala Ayesha.

”Tidak apa apa ya nak, kamu pasti kecewa tapi ibu yakin kamu udah melakukan yang terbaik selama ini kamu harus terima kenyataan ini.”Ucap bu Indri yang terus menguatkan Ayesha.

Ayesha masih terus menangis dia sangat menyesal dan malu bahkan dia tidak ingin datang ke acara kelulusan. Bu Indri terus saja membujuk Ayesha agar tetap mau untuk datang ke acara kelulusan.

”Masa kamu gak akan hadir? Gimana nanti kata temen temen kamu kalau kamu gak hadir.”Bu indri masih mencoba untuk membujuk Ayesha agar tetap pergi ke acara kelulusan.

”Biarlah kamu tidak masuk 10 besar yang terpenting kamu sudah berusaha untuk mencapai nilai maksimal yang kamu inginkan”Ucap bu Indri. Bu Indri sudah mengerti bahwa Ayesha sudah sangat berusaha untuk mendapatkan nilai maksimal agar bisa masuk ke SMPN favorit tetapi ternyata kenyataan nya seperti ini. ”ibu yakin dibalik semua ini pasti ada

hikmah yang sangat besar yang bisa kamu ambil.”ucap bu Indri.

Esok harinya tibalah saat acara kelulusan dan perpisahan murid kelas 6 SD Pelita.

Satu persatu siswa dan orang tua mulai berdatangan menuju aula sekolah. Acara kelulusan dimulai oleh pembukaan dari MC dilanjutkan oleh sambutan-sambutan dari guru,perwakilan orang tua,dan kepala sekolah.”Alhamdulillah tahun ini semua siswa-siswi SD Pelita lulus 100

%.”Ucap kepala sekolah dalam sambutannya.Dan tiba lah pada puncak acara yaitu pengumuman peringkat nilai terbesar ujian nasional.

”Urutan pertama adalah….”Ucap MC.

”Ayesha,Ayesha,Ayesha.”seuruh siswa-siswi menyerukan nama Ayesha. Sementara Ayesha hanya tertunduk di kursi,dia merasa sangat sedih.

”Urutan pertama ditempati oleh Nadiaa alifia.”Ucap MC.Semua orang kaget mendengar nama itu karena mereka kira nama Ayesha lah yang disebut oleh MC.

Sampai di urutan ke sepuluh pun nama Ayesha belum juga dipanggil oleh MC.Teman-teman Ayesha mulai bertanya-tanya mengapa Ayesha tidak masuk 10 besar.untung saja sebelumnya Ayesha sudah diberi tahu jadi dia tidak terlalu kaget saat pengumuman peringkat itu.Walaupun sudah tau tetapi tetap saja Ayesha merasakan kecewa kenapa nilai nya tidak memuaskan.

Sekarang Ayesha sudah siap menerima semua itu.Karena dari semua ini dia bisa mendapatkan pelajaran agar dia tidak boleh terlalu percaya diri dengan kemampuannya.

2 minggu kemudian PPDB untuk daftar ke SMP Negeri dibuka.Ayesha bingung mau daftar sekolah kemana karena harapannya untuk masuk SMPN favorit hilang karena dengan nilai yang Ayesha peroleh dia tidak akan bisa masuk SMPN favorit tersebut.Karena nilai yang Ayesha peroleh hanya 28,04.Ayesha dan bu Indri masih terus mencari info tentang PPDB.

“Sudah kita coba ke SMPN 78 ya nak mudah-mudahan bisa keterima,nanti pilihan kedua nya kamu daftar ke smpn 126.”Ucap bu Indri.

”Tapi bu aku pengennya ke smpn 40.”Ucap Ayesha karena Ayesha masih ingin masuk ke smpn favorit.

”Kalau kamu mau daftar ke smpn 40 gak kenapa-kenapa kita coba ya.”Ucap bu indri.

Setelah sampai di smpn 40 untuk mendaftar ternyata antrian pendaftaran nya sudah penuh.Lalu mereka mencoba mendaftar ke smpn 78 tetapi tetap saja antrian pendaftarannya sudah penuh juga.Bu Indri dan Ayesha sudah bingung mau mendaftar kemana lagi.

”Andai nilai aku besar pasti gak akan susah untuk cari sekolahnya ya bu?”Ayesha berkata ke bu Indri.

”Sudahlah tidak usah kamu pikirkan lagi sekarang kita coba aja daftar yang kata ibu ya mudah-mudahan bisa keterima.”Ucap bu indri.Akhirnya Ayesha pun daftar ke smpn 78 dan 126.

Seminggu kemudian pengumuman PPDB sudah ada Ayesha pun langsung mencari informasi di internet hatinya was-was takut tidak ketrima di SMPN manapun.Ternyata benar Ayesha sudah bolak-balik mencari nama dirinya di web PPDB tetapi tetap saja tidak ada.Ayesha sangat kecewa apalagi setelah dia melihat nilai yang keterima di SMPN 126 ternyata hanya selisih 0.01 dari dirinya. Ayesha sangat sedih, beberapa hari dia mengurung

dikamar. Ayesha bingung mau sekolah kemana karena kalau masuk ke sekolah swasta membutuhkan biaya yang besar.

“Sudahlah nak berarti bukan rizki mu untuk masuk smp negeri sekarang kita coba daftar ke swasta ya.” Bu Indri merayu nya lagi

“Tapi bu kan sekolah swasta mahal darimana harus membayarnya, kasihan kan ayah” Ayesha kembali menangis .

“Sudahlah nanti ibu berusaha cari sekolah yang terbaik buat kamu.”Setelah beberapa hari bu Indri dan pak Joko ayahnya Ayesha mencari informasi beberapa sekolah swasta. Akhirnya Alhamdulillah ada sekolah islam yang ternama dan terbaik di kota ini yang katanya menyediakan beasiswa untuk.siswa berprestasi . Bu Indri pun mencoba mencari informasi lebih lanjut dan alhamdulillah Ayesha memenuhi syarat untuk masuk dengan beasiswa. Akhirnya Ayesha menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan.Alhamdulillah Ayesha lolos masuk ke SMP Al Hikmah dengan keringanan biaya. Ayesha sangat senang bisa masuk sekolah tersebut karena merupakan sekolah Islam favorit di kota ini.

Ayesha berjanji akan terus giat belajar supaya bisa terus mendapat kan beasiswa sehingga orang tuanya tidak perlu membayar terlalu mahal. Alhamdulillah selain pelajaran umum SMP Al Hikmah juga sangat menekankan pendidikan agama . Tiap hari selalu dimulai dengan tadarus Al Qur’an .Dan yang penting adalah semua siswa dituntut untuk menyelesaikan hafalan Al Qur’an minimal 3 juz .

Alhamdulillah selama 3 tahun Ayesha selalu mengikuti pelajaran dengan baik ,dia bisa maksimal belajar dan selalu mendapat kan prestasi yang luar biasa.

Setelah teringat tentang kerja keras dia pada saat kelas 6 SD, Ayesha jadi tersadar kalau tidak semua apa yang dia inginkan akan terwujudkan,tidak boleh berharap berlebihan akan sesuatu,dan tidak boleh terlena atas apa yang dia dapat.Apa yang dia dapat pada saat pengumuman nilai tertinggi ujian nasional SMP Al Hikmah merupakan suatu kebahagiaan terbesar di hidup Ayesha karena dengan nilai itu dia bisa mewujudkan apa yang diimpikannya yaitu masuk SMA negeri. Akhirnya Ayesha sangat bersyukur dengan keadaan saat ini , walaupun waktu itu tidak bisa masuk smp negeri tetapi dia sangat bersyukur karena mendapatkan sekolah yang lebih baik yang menjadi kan dia lebih mendekati agama Islam ,dia bisa hafal 3 juz dan dia lebih taat dalam hal kewajiban dan aturan agama islam. dan pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan dia.Dan menurut Ayesha cara menyembuhkan patah hati yang terbaik adalah dengan mengambil pelajaran dari patah hati tersebut.

Biodata:

  • Nama Lengkap: Falatisha Zuhayra Rihadatul A’isy
  • Alamat: Jln.Cisitu Lama I no 90/154C
  • Email: tishazra636@gmail.com
  • No.Telepon: 082216123753
  • No.Whatsapp: 082216123753
  • Instagram: falatishaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s